Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Hidup yang Manusiawi

Hanya sedikit isi rumah tangga modern yang tidak dilengkapi dengan barang-barang teknologi seperti televisi dan telepon genggam. Hampir menjadi sebuah kenyataan yang sulit dibantah akan adanya pembengkakan volume biaya hidup untuk rumah tangga tanpa anak sekalipun. Apa yang ingin diungkap lewat kalimat-kalimat ini? Sebenarnya semakin teknologis gaya hidup manusia modern semakin gigih pula ia harus mencari modal untuk membiayai jenis tingkah laku yang dahulu kala tak perlu dibiayai. Konsekuensinya adalah seseorang harus mendapatkan sumber uang lebih banyak untuk bisa bertahan hidup tanpa dipermalukan oleh tetangga yang tiap detik mematut diri di depan cermin untuk mengetes warna lipstik atau model rambut terbaru. Lebih jauh lagi, seseorang harus memberikan sebagian besar waktu potensial dalam hidupnya untuk bekerja demi menjaga keselarasan antara mode dan harga diri. Foto: sarjanaekonomi.co.id Kehidupan kota adalah eksponen utuh dari gaya hidup teknologis. Mulai dari pewar...

Naungan Si Naga Purba yang Menghijau

Hujan sudah sering mengguyuri Labuan Bajo di bulan Desember ini. Kulit tanah yang telah sekian lama dahaga, kini dilumuri air hujan.  Tunas-tunas kehidupan baru mulai tumbuh dari tanah ini. Pelan-pelan, padang gersang menghijau. Pohon-pohon berganti warna. Segalanya menjadi hijau.  Dalam sebuah jadwal tour tanggal 18 Desember, saya membawa rombongan wisatawan nusantara mengelilingi Taman Nasional Komodo. Dari dalam kapal, kami menyaksikan punggung-punggung pulau yang menghijau. Semak belukar di Pulau Kelor menumbuhkan tunas-tunas baru dan mengubah kegersangan pulau kecil nan indah ini. Pada hari kedua, kami tiba di Pulau Komodo. Rombongan tour ini terkesima dengan cerita tentang leluhur orang-orang Komodo . Sepanjang perjalanan, saya menceritakan legenda Komodo: tentang One dan Sebae, leluhur bangsa Komodo.      Konon, berdasarkan kisah yang tertulis, Sebae dan One adalah anak kembar Epa. Epa ini adalah istri Hamid; seorang pemuda tampan yang disiksa...

Pekan Pertama 2021 dan Kesedihan yang Harus Dilewati

Empat hari setelah jatuhnya Sriwijaya Air 182, Presiden Jokowi menerima suntikan dosis pertama vaksin covid 19 Sinovac. Kemudian b eberapa hari sebelumnya juga Presiden Jokowi menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri.   Di wilayah Regional NTT, terdengar kabar bahwa Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat terkonfirmasi positif covid 19 setelah sebelumnya diberitakan Bapak Wagub NTT Yosef Naisoi mengalami hal yang serupa.     Itulah beberapa peristiwa yang terjadi di pekan pertama tahun 2021. Isi dari peristiwa tersebut memunculkan beragam refleksi dari kita sebagai warga negara. Di tengah hiruk pikuk peristiwa harian masing-masing, kita seolah-olah dibenturkan oleh peristiwa besar yang menyedot perhatian. Kita pun berhenti sejenak. Menarik nafas dan menghela kembali setiap tarikannya sembari memikirkan hari-hari esok dalam kalender 2021 yang masih panjang ini.   Maut dan Kehilangan 62 orang yang meninggal akibat jatuhnya pesawat Sriwi...

Olokan Pantas Bagi yang Gagal Karena Tidak Pernah Mencoba

Edward John Phelps, seorang diplomat dan ahli hukum Amerika menekankan pentingnya mencoba dan menjadi salah. Baginya, orang yang tidak pernah membuat kesalahan biasanya adalah orang yang tidak menghasilkan apa-apa. Saya selalu salut kepada mereka yang berani mencoba dan pernah salah dalam percobaannya. Dalam sebuah percakapan dengan seorang teman, ia mengungkapkan kejengkelannya terhadap anggota keluarganya yang tidak sigap menangkap peluang. Ada yang membutuhkan pekerjaan tetapi setelah ada lowongan pekerjaan, mereka sibuk dengan hal lain yang tidak terlalu penting.    Selain alasan kesibukan, ada lagi yang lebih aneh yakni tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri. Ketidakyakinan ini, menurut saya adalah dosa paling besar di hadapan Sang Pencipta. Bayangkan: anggota tubuh masih lengkap dan otak tidak mengalami kemunduran kewarasannya. Apalagi yang membuat ragu dengan dirimu sendiri dan tidak mencoba seperti yang lain? Dalam persaingan merebut keberhasilan –dal...

Tentang Menulis; Kerja Sama Otak dan Tangan

Perihal menulis bagi A. S. Laksana adalah kecakapan mendekatkan tangan ke otak. Segala yang diproses dalam otak manusia membutuhkan tangan untuk dikerjakan dan dikembangkan.    Di antara anggota tubuh yang lain, tangan adalah alat tubuh yang paling dekat hubungannya dengan kreativitas isi kepala. Otak yang merancang, tangan yang mengerjakan.    Saya menemukan metode menulis ini dari buku A.S.Laksana yang berjudul Creative Writing. Buku dengan warna sampul dominan kuning ini menjadi sumber bacaan saya untuk pekan ini. Berisi 25 artikel yang semuanya berkaitan dengan menulis sebagai kegiatan kreatif yang bisa dilakukan oleh semua orang.  Mengembangkan kemampuan menulis tentu membutuhkan strategi dan persiapan. Tatkala sebuah ide muncul di kepala, si empunya ide harus menyiapkan siasat agar ide itu tidak hilang dan larut begitu saja.  Misalnya ia mencatatnya, menggalinya lebih jauh, serta mencari pendukung-pendukung untuk membuat ide itu kuat seba...

Mengapa Healthy Bragging Penting?

Pada saat kamu memasuki dunia kerja, kamu perlu memiliki skill agar bisa membantu efektivitas dan kinerja suatu perusahaan. Skill ada yang berupa kemampuan personal (soft skill) dan hard skill yang didapatkan dari pendidikan formal, pelatihan, sertifikasi, workshop, dll.  Dua macam kemampuan ini merupakan modal kamu untuk meraih peluang dalam persaingan mendapatkan pekerjaan. Namun demikian, skill yang kamu miliki itu harus diaktualisasikan.  Ada beragam cara kamu menyalurkan kemampuan atau skill: bisa dalam bentuk tulisan, lewat media komunikasi lisan, dan lewat keterlibatanmu dalam menyelesaikan proyek tertentu.  Melalui media yang disebutkan ini, kamu membuktikan bahwa skill yang dimiliki dapat teraktualisasi dalam bentuk kerja tertentu. Potensi kamu pun dikenal oleh orang lain dan terbukti dapat menyelesaikan kerja tertentu.  Lalu apa hubungan aktualisasi skill dengan healthy bragging? Mari kita lihat arti kata Brag. Brag artinya membual atau berlag...