Empat hari setelah jatuhnya Sriwijaya Air 182, Presiden Jokowi menerima suntikan dosis pertama vaksin covid 19 Sinovac. Kemudian beberapa hari sebelumnya juga Presiden Jokowi menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri.
Di wilayah Regional NTT, terdengar kabar bahwa Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat terkonfirmasi positif covid 19 setelah sebelumnya diberitakan Bapak Wagub NTT Yosef Naisoi mengalami hal yang serupa.
Itulah
beberapa peristiwa yang terjadi di pekan pertama tahun 2021. Isi dari
peristiwa tersebut memunculkan beragam refleksi dari kita sebagai warga
negara. Di tengah hiruk pikuk peristiwa harian masing-masing, kita
seolah-olah dibenturkan oleh peristiwa besar yang menyedot perhatian.
Kita pun berhenti sejenak.
Menarik
nafas dan menghela kembali setiap tarikannya sembari memikirkan
hari-hari esok dalam kalender 2021 yang masih panjang ini.
Maut dan Kehilangan
62
orang yang meninggal akibat jatuhnya pesawat Sriwijaya tentu
menciptakan pilu di hati kita masing-masing.Para keluarga yang
kehilangan orang-orang terkasihnya: suami yang kehilangan istri dan
anak-anaknya, ibu yang kehilangan anak atau suaminya, anak-anak yang
kehilangan ayah atau ibunya.
Maut
tak pernah dapat diprediksi. Ia memiliki kalkulasinya sendiri yang jauh
dari jangkauan dugaan ilmiah manusia. Ia hadir begitu saja; keras,
jahat, dan mematikan. Apakah maut mesti inheren dengan kehidupan
manusia? Mampukah teknologi mengatasinya? Suntikan dosis pertama Sinovac
kepada Presiden Jokowi menandai optimisme akan pulihnya kehidupan
setelah dibelenggu pandemi covid 19.
Terbitlah Optimisme
Lembaga
pemerintah seperti BPOM dan MUI pun mengkonfirmasi tingkat efikasi
(kemanjuran) dari vaksin buatan China ini yang mencapai angka 65,3 %.
Kiranya dengan vaksin ini, tingkat imunitas manusia semain tinggi
sehingga terhindar dari serangan virus covid 19.
Hidup
terus berjalan dengan cerita yang berada di luar desain kita. Kesedihan
tak bisa dielak tapi harapan akan hari esok yang lebih baik mengangkat
hati yang pilu. Kita tidak pernah lupa bahwa di pekan pertama tahun
2021, kita pernah begitu sedih dan pernah juga mengalami optimisme akan
hari-hari yang lebih baik. *

Komentar
Posting Komentar