Langsung ke konten utama

Olokan Pantas Bagi yang Gagal Karena Tidak Pernah Mencoba

Edward John Phelps, seorang diplomat dan ahli hukum Amerika menekankan pentingnya mencoba dan menjadi salah. Baginya, orang yang tidak pernah membuat kesalahan biasanya adalah orang yang tidak menghasilkan apa-apa. Saya selalu salut kepada mereka yang berani mencoba dan pernah salah dalam percobaannya.

Dalam sebuah percakapan dengan seorang teman, ia mengungkapkan kejengkelannya terhadap anggota keluarganya yang tidak sigap menangkap peluang. Ada yang membutuhkan pekerjaan tetapi setelah ada lowongan pekerjaan, mereka sibuk dengan hal lain yang tidak terlalu penting. 


 

Selain alasan kesibukan, ada lagi yang lebih aneh yakni tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri. Ketidakyakinan ini, menurut saya adalah dosa paling besar di hadapan Sang Pencipta.

Bayangkan: anggota tubuh masih lengkap dan otak tidak mengalami kemunduran kewarasannya. Apalagi yang membuat ragu dengan dirimu sendiri dan tidak mencoba seperti yang lain?

Dalam persaingan merebut keberhasilan –dalam bidang apapun – saya kira kita hanya perlu mencoba dan siap untuk salah. Dalam konteks usaha mencari kerja, kita seringkali kali terkapar oleh ketiadaan pengalaman dalam bidang yang ingin dikerjakan. 

Sebenarnya bukan perkara ketidakadaan pengalaman yang merintangi niat kita. Sikap menutup diri dan ketidaksediaan untuk belajar adalah sumber kegagalan setiap orang sebagai pribadi. 

Nilai tersembunyi dalam proses belajar adalah penerimaan seseorang atas kondisi ketidaktahuannya. Ia tidak tahu sesuatu maka ia terbuka dan mulai mempelajarinya.Tidak ada yang lebih buruk daripada hanya berpangku tangan menyesali kegagalan yang telah lewat. 

Ada sebuah analogi untuk merefleksikan kegagalan. Jika Anda melihat tomat yang busuk karena kualitasnya buruk, Anda tidak boleh terlalu terpaku pada keburukan tomat yang gagal tersebut.Mulailah berpikir dan mencari cara agar tomat-tomat lain tidak menjadi busuk dan buruk. 

Salut dan hormat kepada mereka yang tidak lelah mencoba. Dan berikan olokan yang pantas bagi mereka yang gagal karena tidak pernah mencoba dan takut salah.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekasih Menulis Laut yang Sepi

Malam itu laut memenuhi pandangan kami. Luas laut adalah rahasia yang sebagiannya ditemukan para nelayan pesisir. ‘Nama laut itu adalah laut kesepian,’ katamu seperti berbicara sendiri. ‘Kenapa kesepian?’ Seolah pertanyaan itu keluar dari keingintahuan yang tidak beralasan. ‘Ia kesepian, sebab sungai tak kembali ke hulu alirannya.’ ‘Kan laut menguap jadi hujan?’ sanggahku. ‘Ia, tapi ia tetap rindu perjalanan-perjalanan aliran yang hanya sekali terjadi dalam hidupnya. Sekali berada di laut, kesepian adalah nasib yang pasti.’ Lama kami berbicara tentang laut. Tentang laut yang indah bila bulatan mentari mendaki di ujung cakrawala di pagi hari dan tenggelam di cakrawala barat saat senja. Tapi, laut juga menyimpan dendam yang hitam. Amukannya melenyapkan nyawa manusia. Ribuan nyawa tersapu badai tsunami. Ia menyebutnya sebagai paradoks laut. Ia menggetarkan sekaligus menghancurkan. Kontras yang mustahil ditampik. Laut itu semakin sepi di hadapan kami.    ‘Nama laut it...

Jacket Baru untuk Fransiska

Selembar kertas segi empat warna putih berubah jadi jimat di tanganku. Kertas ini adalah tiket pesawat yang akan membawaku ke Kupang sore ini Seorang kawan menceritakan pengalamannya ketika ia untuk pertama kalinya datang ke kota Kupang. Sebelum tubuhnya yang kurus itu tercemplung ke kota karang itu, Kupang hanyalah sebuah kata yang dipenuhi impian: manakala suatu saat nanti ia bisa datang ke sana.   Pergi atau datang ke Kupang katanya adalah seperti rencana pergi ke planet lain yang dibaluri sejuta kemustahilan. “Apalagi pergi dengan naik pesawat...” ungkapnya dengan ditutupi sejumput senyum bangga di sekujur bibirnya.  Kau tahu, aku hanya ingin membagikan kepadamu cerita kawan yang satu ini. Aku pun tidak ingin menambah sekalimat pun yang berusaha untuk merekayasa jalan pengalamannya selama ia datang ke Kupang. Karena aku tahu bahwa persahabatan itu harus dirawat dengan kejujuran. Aku tidak ingin masuk penjara atau neraka hanya gara-gara mencatut nama teman sendiri kepadam...

Rancang Dari Bawah: Membaca Spirit Komunitas Literasi NTT

  Ini adalah catatan reseptif dan apresiatif setelah mengikuti Talk Show daring bersama beberapa komunitas literasi di Nusa Tenggara Timur di bawah tema “Budayakan Literasi, Cerahkan Masa Depan”. Kegiatan daring ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun perdana media Ngkiong.com ; sebuah media daring yang mewadahi buah pikiran inspiratif anak muda yang peduli pada nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Media ini berpusat di kota Ruteng - Manggarai.    Ada 5 komunitas yang membagikan pengalaman mereka selama berkomunitas di wilayah masing-masing. Komunitas itu antara lain Teras Baca Ile Napo dari Solor, NTT School dari Bajawa, Sekolah Alam Dyatame dari Sumba Barat Daya, Rumah Baca Aksara dari Ruteng, dan Ngkiong.com sendiri. Diskusi dipandu oleh Arsy Juwandi; guru di Seminari Pius XII Kisol. Keresahan dan Kegelisahan: Embrio Komunitas Narasumber dari masing-masing komunitas menceritakan alasan mereka membangun komunitas atas dasar keresahan dan kegelisahan me...