Langsung ke konten utama

Mengapa Healthy Bragging Penting?

Pada saat kamu memasuki dunia kerja, kamu perlu memiliki skill agar bisa membantu efektivitas dan kinerja suatu perusahaan. Skill ada yang berupa kemampuan personal (soft skill) dan hard skill yang didapatkan dari pendidikan formal, pelatihan, sertifikasi, workshop, dll. 

Dua macam kemampuan ini merupakan modal kamu untuk meraih peluang dalam persaingan mendapatkan pekerjaan. Namun demikian, skill yang kamu miliki itu harus diaktualisasikan. 

Ada beragam cara kamu menyalurkan kemampuan atau skill: bisa dalam bentuk tulisan, lewat media komunikasi lisan, dan lewat keterlibatanmu dalam menyelesaikan proyek tertentu. 

Melalui media yang disebutkan ini, kamu membuktikan bahwa skill yang dimiliki dapat teraktualisasi dalam bentuk kerja tertentu. Potensi kamu pun dikenal oleh orang lain dan terbukti dapat menyelesaikan kerja tertentu. 

Lalu apa hubungan aktualisasi skill dengan healthy bragging? Mari kita lihat arti kata Brag. Brag artinya membual atau berlagak. Dalam konotasi tertentu kata ini mengacu pada kebiasaan pamer kemampuan, sok tahu, dan sombong. 
 
Sumber foto: mojok.co

Nah, Healthy bragging merupakan kemampuan untuk mengaktualisasikan potensi diri tanpa terlihat sombong atau sok pamer. Tentu saja tidak sedikit orang tidak suka pada orang-orang yang suka membual dan sok pamer. 

Akan tetapi dalam konteks persaingan kerja, healthy bragging sangat dibutuhkan agar orang mengenal skill dan potensi yang kamu miliki. Healthy bragging sangat penting tatkala kamu dituntut untuk menampilkan skill yang kamu miliki secara positif. 

Pertanyaan reflektifnya adalah bagaimana mungkin orang mengenal skill kamu jika kamu tidak 'sok pamer' di hadapan orang lain? Sok pamer sehat ini sangat diperlukan dan membuat kamu berhasil jika didukung oleh skill kamu yang teruji. 
 
Nah, semoga penjelasan ini dapat membantu kamu untuk mengeksplorasi potensi diri yang kamu miliki. Kamu harus sungguh-sungguh mengaktualisasikan potensimu menjadi skill yang menunjang kerja. 

Jika kamu telah menemukan dan menajamkan skill, jangan lupa untuk memamerkannya secara sehat di hadapan orang lain lewat komunikasi lisan, tulisan, dan melibatkan diri dalam proyek tertentu.

Ingatlah bahwa healthy bragging akan membentuk branding diri kamu. 

Salam sukses!
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekasih Menulis Laut yang Sepi

Malam itu laut memenuhi pandangan kami. Luas laut adalah rahasia yang sebagiannya ditemukan para nelayan pesisir. ‘Nama laut itu adalah laut kesepian,’ katamu seperti berbicara sendiri. ‘Kenapa kesepian?’ Seolah pertanyaan itu keluar dari keingintahuan yang tidak beralasan. ‘Ia kesepian, sebab sungai tak kembali ke hulu alirannya.’ ‘Kan laut menguap jadi hujan?’ sanggahku. ‘Ia, tapi ia tetap rindu perjalanan-perjalanan aliran yang hanya sekali terjadi dalam hidupnya. Sekali berada di laut, kesepian adalah nasib yang pasti.’ Lama kami berbicara tentang laut. Tentang laut yang indah bila bulatan mentari mendaki di ujung cakrawala di pagi hari dan tenggelam di cakrawala barat saat senja. Tapi, laut juga menyimpan dendam yang hitam. Amukannya melenyapkan nyawa manusia. Ribuan nyawa tersapu badai tsunami. Ia menyebutnya sebagai paradoks laut. Ia menggetarkan sekaligus menghancurkan. Kontras yang mustahil ditampik. Laut itu semakin sepi di hadapan kami.    ‘Nama laut it...

Jacket Baru untuk Fransiska

Selembar kertas segi empat warna putih berubah jadi jimat di tanganku. Kertas ini adalah tiket pesawat yang akan membawaku ke Kupang sore ini Seorang kawan menceritakan pengalamannya ketika ia untuk pertama kalinya datang ke kota Kupang. Sebelum tubuhnya yang kurus itu tercemplung ke kota karang itu, Kupang hanyalah sebuah kata yang dipenuhi impian: manakala suatu saat nanti ia bisa datang ke sana.   Pergi atau datang ke Kupang katanya adalah seperti rencana pergi ke planet lain yang dibaluri sejuta kemustahilan. “Apalagi pergi dengan naik pesawat...” ungkapnya dengan ditutupi sejumput senyum bangga di sekujur bibirnya.  Kau tahu, aku hanya ingin membagikan kepadamu cerita kawan yang satu ini. Aku pun tidak ingin menambah sekalimat pun yang berusaha untuk merekayasa jalan pengalamannya selama ia datang ke Kupang. Karena aku tahu bahwa persahabatan itu harus dirawat dengan kejujuran. Aku tidak ingin masuk penjara atau neraka hanya gara-gara mencatut nama teman sendiri kepadam...

Rancang Dari Bawah: Membaca Spirit Komunitas Literasi NTT

  Ini adalah catatan reseptif dan apresiatif setelah mengikuti Talk Show daring bersama beberapa komunitas literasi di Nusa Tenggara Timur di bawah tema “Budayakan Literasi, Cerahkan Masa Depan”. Kegiatan daring ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun perdana media Ngkiong.com ; sebuah media daring yang mewadahi buah pikiran inspiratif anak muda yang peduli pada nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Media ini berpusat di kota Ruteng - Manggarai.    Ada 5 komunitas yang membagikan pengalaman mereka selama berkomunitas di wilayah masing-masing. Komunitas itu antara lain Teras Baca Ile Napo dari Solor, NTT School dari Bajawa, Sekolah Alam Dyatame dari Sumba Barat Daya, Rumah Baca Aksara dari Ruteng, dan Ngkiong.com sendiri. Diskusi dipandu oleh Arsy Juwandi; guru di Seminari Pius XII Kisol. Keresahan dan Kegelisahan: Embrio Komunitas Narasumber dari masing-masing komunitas menceritakan alasan mereka membangun komunitas atas dasar keresahan dan kegelisahan me...