Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Rancang Dari Bawah: Membaca Spirit Komunitas Literasi NTT

  Ini adalah catatan reseptif dan apresiatif setelah mengikuti Talk Show daring bersama beberapa komunitas literasi di Nusa Tenggara Timur di bawah tema “Budayakan Literasi, Cerahkan Masa Depan”. Kegiatan daring ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun perdana media Ngkiong.com ; sebuah media daring yang mewadahi buah pikiran inspiratif anak muda yang peduli pada nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Media ini berpusat di kota Ruteng - Manggarai.    Ada 5 komunitas yang membagikan pengalaman mereka selama berkomunitas di wilayah masing-masing. Komunitas itu antara lain Teras Baca Ile Napo dari Solor, NTT School dari Bajawa, Sekolah Alam Dyatame dari Sumba Barat Daya, Rumah Baca Aksara dari Ruteng, dan Ngkiong.com sendiri. Diskusi dipandu oleh Arsy Juwandi; guru di Seminari Pius XII Kisol. Keresahan dan Kegelisahan: Embrio Komunitas Narasumber dari masing-masing komunitas menceritakan alasan mereka membangun komunitas atas dasar keresahan dan kegelisahan me...

Personifikasi Komodo dalam Ajang Miss Universe 2020

  Transformasi satwa langka Komodo ke dalam desain kostum manusia adalah fenomenal. Pada ajang Miss Universe 2020, desainer Yuling Hood dan Silvy Prajogo dari Leciel Design mengangkat struktur tubuh Komodo ke dalam desain gaun yang sangat artistik.   Karya ini dipakai secara anggun oleh Ayu Maulida sebagai wakil Indonesia di ajang bergensi ini. Kombinasi 5 ribu lempengan logam dalam tiga warna mencoba untuk merepresentasikan hewan Komodo secara aktual. Bentuk kepala yang anggun sekaligus perkasa menambah kesan nyata saat hewan itu mendongak hendak menyerang mangsa. Jari-jari Komodo yang berjumlah lima dengan cakar yang tajam muncul sangat intens dalam desain ini. Lalu ekor yang yang meliuk pelan meninggalkan getaran keberingasan pada hewan purba ini. Sumber foto: Indozone Komodo sebagai hewan yang telah melegenda dalam kehidupan suku Modo di kampung Komodo merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan masyarakat wilayah ini. Ia adalah saudara yang lahir dari Rahi...

Soft Power dalam Budaya Pop Korea

Istilah soft power dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan politik Harvard, Joseph Nye. Soft power adalah kekuatan tak terlihat dari sebuah negara yang diungkapkan lewat citranya ketimbang kekuatannya. Istilah ini sering dibenturkan dengan Hard Power sebagai antagonisnya yang mengedepankan kekuatan militer dan paksaan ekonomi. Korea Selatan sukses mengadopsi teknik soft power ini dalam mengkampanyekan budayanya ke seluruh penjuru dunia. Tidak bisa dipungkiri lagi tingginya minat dunia terhadap K-pop lewat serial drama Korea. Mulai dari Winter Sonata (2002), Boys Before Flower (2009) hingga yang paling kontemporer Space Sweepers (2021) telah ditonton jutaan penggemar drakor di Asia, Amerika, dan Eropa.  Source: Google image Melalui film, budaya Korea diperkenalkan kepada dunia berikut fashion dan kecanggihan teknologi citranya. Korea Selatan yakin, melalui Hallyu –gelombang budaya popular Korea –mereka mampu menguasai dunia melalui citra. Karena itu, sejak 1994 mereka giat memasang kab...