Transformasi satwa langka Komodo ke dalam desain kostum manusia adalah fenomenal. Pada ajang Miss Universe 2020, desainer Yuling Hood dan Silvy Prajogo dari Leciel Design mengangkat struktur tubuh Komodo ke dalam desain gaun yang sangat artistik. Karya ini dipakai secara anggun oleh Ayu Maulida sebagai wakil Indonesia di ajang bergensi ini.
Kombinasi 5 ribu lempengan logam dalam tiga warna mencoba untuk merepresentasikan hewan Komodo secara aktual. Bentuk kepala yang anggun sekaligus perkasa menambah kesan nyata saat hewan itu mendongak hendak menyerang mangsa. Jari-jari Komodo yang berjumlah lima dengan cakar yang tajam muncul sangat intens dalam desain ini. Lalu ekor yang yang meliuk pelan meninggalkan getaran keberingasan pada hewan purba ini.
Komodo sebagai hewan yang telah melegenda dalam kehidupan suku Modo di kampung Komodo merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan masyarakat wilayah ini. Ia adalah saudara yang lahir dari Rahim yang sama karena itu tak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial dan spiritual.
Baca juga: Menjelajahi Kota Labuan Bajo dengan Walking Tour
Ketika ajang ini mengangkat Komodo sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia, popularitas Taman Nasional Komodo di dunia internasional semakin tinggi. Ini juga merupakan upaya untuk mempromosikan wisata kepada dunia.
Mengangkat Komodo dalam desain ini juga tampak sinkron dengan cerita legendanya. Bahwa dahulu kala si Orah (Komodo) ini adalah saudari kembar dari Gerong. Mereka adalah bayi kembar dari Putri Naga dan Moja. Ketika diperagakan oleh Ayu Maulida, personifikasi Orah Nampak hadir di sana. Tentunya ada nuansa magis dari proses ini.
Baca juga: Naungan Si Naga Purba yang Menghijau
Upaya personifikasi Komodo ini diharapkan tetap menampilkan sisi mistik dari legendanya. Sebab di samping Komodo sebagai kekayaan alam, ia juga merupakan kekayaan spiritual masyarakat suku Modo di pulau Komodo. Di wilayah asalnya, Komodo senantiasa dihargai kehadirannya lewat panggilan Sebae untuknya. Ketika dipanggil, Komodo akan menampilkan gestur tertentu yang diyakini sebagai respon terhadap panggilan ini. Gestur menoleh, menjulurkan lidah, memejamkan mata mempunyai arti khusus yang mampu dimaknai oleh orang-orang suku Modo.*


Komentar
Posting Komentar