Setiap 21 April kita diingatkan untuk mengenang Raden Adjeng Kartini. Peringatan ini mengacu pada perjuangan-perjuangan R.A. Kartini di masa lalu yang dipercaya membawa dampak transformatif bagi Indonesia saat ini. Ia membuka tabir belenggu budayanya yang sangat patriarkal. Ia juga mengusahakan pendidikan bagi kaum-kaum terpinggirkan.
Reaksi Kartini terhadap situasi kehidupan di sekitarnya kala itu diungkapkan lewat menulis surat-surat kepada sahabatnya, Rosa Abendanon. Kompilasi surat-surat Kartini kemudian dijadikan buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang atau dalam bahasa Belanda Door Duisternis tot Licht.
![]() |
| Raden Adjeng Kartini (Sumber: Google Photos) |
Mengenang Kartini adalah sebuah upaya untuk merefleksikan perjuangannya menciptakan kemanusiaan yang lebih baik. Ia menentang ide superioritas gender tertentu. Secara hakiki, setiap manusia adalah sama di hadapan kemanusiaan. Semangat kesetaraan ini harus menyerap dalam semua aspek baik politik, ekonomi, dan sosial.
Hari ini, kita dituntut untuk menerangi kegelapan akibat disorientasi informasi yang mengakibatkan suramnya nilai-nilai demokrasi. Dunia pendidikan seakan tertahan di tubir gelap akibat ketidakmerataan pembangunan. Begitu pun di bidang krusial yang lain.
Generasi yang lahir setelah 140 tahun kelahiran Kartini, memiliki kewajiban untuk membumikan ide-ide Kartini. Mungkin merangkainya sebagai jiwa politik, semangat ekonomi, atau sistem pendidikan. Sudah muncul banyak saluran untuk membumikan nilai-nilai penting yang telah dipikirkan oleh Kartini di masa lalu. Mari kita berjuang lagi untuk hari esok yang lebih baik!
Selamat hari Kartini.

Komentar
Posting Komentar