Langsung ke konten utama

Target Inkubasi Tahap II Subsektor Penerbitan: Melanjutkan Pengerjaan Tahun 2020

Aksilarasi (Aksi, Selaras, Sinergi) Labuan Bajo 2021 subsektor penerbitan telah memasuki inkubasi tahap II. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 pekan mulai tanggal 6 April sampai 19 April 2021. Inkubasi tahap II ini dihadiri oleh para penulis, editor, dan tim kreatif yang berasal dari Labuan Bajo, Lembor, dan Ruteng.

Hadir dalam pembukaan kegiatan inkubasi tahap II Ibu Linda Suryani selaku Koordinator Industri Kreatif Penerbitan Kemenparekraf, Bapak Agustinus Rinus Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, dan Ibu Shana Fatina, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo - Flores.

Peserta Inkubasi II foto bersama dengan seluruh tim.

Ibu Linda menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meneruskan pengerjaan penulisan buku dan peta yang telah dimulai sejak tahun lalu. Ia mengharapkan agar seluruh peserta mengikuti proses selama dua pekan ke depan dengan serius. 

"Semoga suatu saat banyak karya dari para peserta yang turut mempromosikan kekayaan dan keindahan Labuan Bajo," pungkasnya.

Selain itu, Bapak Agustinus Rinus selaku Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat menekankan pentingnya peran semua pihak dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo. Berkaitan dengan aksilarasi subsektor penerbitan, Bapak Agustinus mengaku kaget dengan hasil karya inkubasi tahap I berupa buku dan peta jelajah. Beliau juga menekankan penting adanya buku atau narasi untuk setiap destinasi.

"Persoalan utama pariwisata kita adalah kurangnya narasi. Dengan adanya kegiatan ini, kiranya dapat menutupi kekurangan ini." tutupnya. 

Ibu Shana Fatina dalam sambutannya menyemangati para peserta untuk terus menerus menulis sebagai bagian dari promosi pariwisata Labuan Bajo. Kiranya ada banyak tulisan atau buku tentang Labuan Bajo setelah kegiatan ini.

Pembukaan Inkubasi Penerbitan tahap II ini dilaksanakan di Hotel Bintang Flores, Labuan Bajo. Setelah pembukaan selesai dilanjutkan pemaparan materi tentang Kerja Penyuntingan Karya. *

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kekasih Menulis Laut yang Sepi

Malam itu laut memenuhi pandangan kami. Luas laut adalah rahasia yang sebagiannya ditemukan para nelayan pesisir. ‘Nama laut itu adalah laut kesepian,’ katamu seperti berbicara sendiri. ‘Kenapa kesepian?’ Seolah pertanyaan itu keluar dari keingintahuan yang tidak beralasan. ‘Ia kesepian, sebab sungai tak kembali ke hulu alirannya.’ ‘Kan laut menguap jadi hujan?’ sanggahku. ‘Ia, tapi ia tetap rindu perjalanan-perjalanan aliran yang hanya sekali terjadi dalam hidupnya. Sekali berada di laut, kesepian adalah nasib yang pasti.’ Lama kami berbicara tentang laut. Tentang laut yang indah bila bulatan mentari mendaki di ujung cakrawala di pagi hari dan tenggelam di cakrawala barat saat senja. Tapi, laut juga menyimpan dendam yang hitam. Amukannya melenyapkan nyawa manusia. Ribuan nyawa tersapu badai tsunami. Ia menyebutnya sebagai paradoks laut. Ia menggetarkan sekaligus menghancurkan. Kontras yang mustahil ditampik. Laut itu semakin sepi di hadapan kami.    ‘Nama laut it...

Jacket Baru untuk Fransiska

Selembar kertas segi empat warna putih berubah jadi jimat di tanganku. Kertas ini adalah tiket pesawat yang akan membawaku ke Kupang sore ini Seorang kawan menceritakan pengalamannya ketika ia untuk pertama kalinya datang ke kota Kupang. Sebelum tubuhnya yang kurus itu tercemplung ke kota karang itu, Kupang hanyalah sebuah kata yang dipenuhi impian: manakala suatu saat nanti ia bisa datang ke sana.   Pergi atau datang ke Kupang katanya adalah seperti rencana pergi ke planet lain yang dibaluri sejuta kemustahilan. “Apalagi pergi dengan naik pesawat...” ungkapnya dengan ditutupi sejumput senyum bangga di sekujur bibirnya.  Kau tahu, aku hanya ingin membagikan kepadamu cerita kawan yang satu ini. Aku pun tidak ingin menambah sekalimat pun yang berusaha untuk merekayasa jalan pengalamannya selama ia datang ke Kupang. Karena aku tahu bahwa persahabatan itu harus dirawat dengan kejujuran. Aku tidak ingin masuk penjara atau neraka hanya gara-gara mencatut nama teman sendiri kepadam...

Rancang Dari Bawah: Membaca Spirit Komunitas Literasi NTT

  Ini adalah catatan reseptif dan apresiatif setelah mengikuti Talk Show daring bersama beberapa komunitas literasi di Nusa Tenggara Timur di bawah tema “Budayakan Literasi, Cerahkan Masa Depan”. Kegiatan daring ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun perdana media Ngkiong.com ; sebuah media daring yang mewadahi buah pikiran inspiratif anak muda yang peduli pada nilai luhur yang hidup dalam masyarakat. Media ini berpusat di kota Ruteng - Manggarai.    Ada 5 komunitas yang membagikan pengalaman mereka selama berkomunitas di wilayah masing-masing. Komunitas itu antara lain Teras Baca Ile Napo dari Solor, NTT School dari Bajawa, Sekolah Alam Dyatame dari Sumba Barat Daya, Rumah Baca Aksara dari Ruteng, dan Ngkiong.com sendiri. Diskusi dipandu oleh Arsy Juwandi; guru di Seminari Pius XII Kisol. Keresahan dan Kegelisahan: Embrio Komunitas Narasumber dari masing-masing komunitas menceritakan alasan mereka membangun komunitas atas dasar keresahan dan kegelisahan me...